Hand-drawn black and white pencil sketch of a modern catfish farming pond with advanced techniques, showcasing efficient water filtration systems, aeration devices, and a healthy population of catfish swimming. Include an overhead view of the pond layout and surrounding natural environment.

Cara Memaksimalkan Kolam Lele dengan Teknik Modern

Menghitung Keuntungan Budidaya Lele dalam Setahun

Pemuda zaman now banyak yang mulai melirik bisnis budidaya lele sebagai alternatif usaha yang menjanjikan. “Lha, kok lele?” mungkin banyak yang bertanya. Memelihara lele itu relatif gampang, modal gak perlu gede, dan pastinya untungnya lumayan lho. Selain itu, siapa sih yang nggak suka dengan gurihnya daging lele goreng yang digemari banyak kalangan, dari anak kos sampai juragan restoran. Terus, gimana sih perhitungan keuntungan dari budidaya lele ini? Yuk, kita bahas tuntas meski ora nyampe sakne kurang sak 500 kata aja!

Jadi guys, pertama-tama kita kudu tahu bahwa memulai bisnis lele itu nggak harus langsung gede-gedean. Kita bisa mulai dari lahan yang terbatas asal punya kolam atau bisa juga pakai terpal. Awal-awal, anggap kita mulai dengan 1000 ekor bibit lele. Di pasaran, harga bibit lele biasanya berkisar antara Rp200-300 per ekor. Maka, untuk bibit ini kita perlu modal sekitar Rp200.000-Rp300.000. Eits, belum murah di situ, kita juga perlu ngitung biaya pakan selama masa pemeliharaan. Kira-kira satu kilo pakan bisa untuk 5 kilo lele, dan harga pakan per kg bisa di sekitar Rp10.000 – Rp15.000. Nah, untuk 1000 ekor lele, kita bakal abisin kurang lebih sekitar 100-120 kilo pakan. Jadi total biaya pakan sekitar Rp1.200.000 – Rp1.800.000.

Nah, biaya operasional lainnya kayaknya nggak terlalu ngerongrong duit kita, termasuk biaya listrik buat aerator atau sekedar penggantian air. Paling habis sekitar Rp500.000 juga udah cukup. Enak, kan? Lele kan butuh sekitar 3-4 bulan buat sampai siap panen. Nah, ketika panen, semoga dari 1000 ekor itu paling enggak sekitar 800-900 ekor bisa lolos sampai besar, ye kan?

Pas panen nanti, harga pasar lele bisa di angka Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilo. Kalau asumsi dari 800-900 ekor itu nyampe sekitar 200-300 kg, coba deh hitung. Dengan harga jual maksimal Rp25.000/kg, kita punya potensi pendapatan Rp5.000.000 sampai Rp7.500.000. Jadi uwis, kita bisa untung sekitar Rp3.000.000 – Rp5.000.000 per periode. Itu baru satu siklus, lho. Bayangin jika dalam setahun bisa sampai 3 kali panen!

Ya, bahwa beneran bisa cuan dan balik modal yaruenak be pokokku, asalkan kita tekun. Satu tips nih teman-teman, kudu ngerti tips dan trik pemeliharaan yang baik, dari cara memilih bibit unggul sampai ke manajemen air yang kudu dipantau rutin biar tetap bersih.

Kalau kamu merasa percaya diri mulai budidaya lele dan bahkan pengin merambah ke dunia distribusi, bisa nih kolaborasi dengan para ahli dari https://rumahikanlele.com/ atau langsung aja WA di wa.me/6285735600626. Di Rumah Ikan Lele Madiun, setiap hari bisa panen hingga 10 ton dengan kualitas ekspor, melayani eceran maupun partai besar. Jadi, tunggu apalagi? Mulai langkahmu untuk jadi pengusaha sukses di bidang perikanan, Lele mantap jaya!

Scroll to Top